<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Just another librarian weblogs</title>
	<atom:link href="http://open-lib.net/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://open-lib.net</link>
	<description>musing, absent-minded</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 14:24:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pendidikan Ilmu Perpustakaan di Jepang</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/218</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/218#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 15:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIS]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Untuk menunaikan janji, sekarang saya coba menulis tentang pendidikan ilmu perpustakaan di Jepang. Berdasarkan situs School of Library and Information Science, Keio University diketahui bahwa sekolah formal tingkat perguruan tinggi pertama untuk kepustakawanan di Jepang dibuka pada musim semi tahun 1951 sebagai bagian dari Fakultas Sastra Universitas Keio. Pendiriannya dibantu oleh American Library Association (ALA) dan Dr Robert L. Gitler pustakawan berpendidikan Berkeley dan Columbia diundang sebagai direktur pertama dari sekolah ini. Pemilihan Universitas Keio sebagai cikal bakal pendidikan ilmu perpustakaan tampaknya bukan tanpa sebab. Keio adalah universitas swasta pertama di Jepang, berdiri tahun 1858 dengan dibukanya sekolah kajian Belanda. ALA mengetahui bahwa pendiri Universitas Keio, Yukichi Fukuzawa, memiliki minat yang sangat tinggi atas pendirian sekolah perpustakaan, pendidikan, kebudayaan dan pengetahuan dunia barat. Bacalah kata-kata dari esai Fukuzawa yang ditulis tahun 1872. It is said that heaven does not create one man above or below another man. Any existing distinction between the wise and the stupid, between the rich and the poor, comes down to a matter of education. Buah dari keyakinan ini adalah awal dari berakhirnya hak istimewa dan sistem plutokrasi di Jepang pada saat itu. Semangat Fukuzawa memberikan harapan ke seluruh warga negara akan kerinduan terbentuknya masyarakat baru di mana orang akan  <a href="http://open-lib.net/archives/218"> Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk menunaikan janji, sekarang saya coba menulis tentang pendidikan ilmu perpustakaan di Jepang. Berdasarkan situs <a href="http://www.slis.keio.ac.jp/index_e.html">School of Library and Information Science, Keio University</a> diketahui bahwa sekolah formal tingkat perguruan tinggi pertama untuk kepustakawanan di Jepang dibuka pada musim semi tahun 1951 sebagai bagian dari Fakultas Sastra Universitas Keio. Pendiriannya dibantu oleh <a href="http://www.ala.org/">American Library Association (ALA)</a> dan <a href="http://people.ischool.berkeley.edu/~buckland/gitler.html">Dr Robert L. Gitler</a> pustakawan berpendidikan Berkeley dan Columbia diundang sebagai direktur pertama dari sekolah ini.<span id="more-218"></span></p>
<p>Pemilihan Universitas Keio sebagai cikal bakal pendidikan ilmu perpustakaan tampaknya bukan tanpa sebab. Keio adalah universitas swasta pertama di Jepang, berdiri tahun 1858 dengan dibukanya sekolah kajian Belanda. ALA mengetahui bahwa pendiri Universitas Keio, <a href="http://www.keio.ac.jp/english/about_keio/fukuzawa.html">Yukichi Fukuzawa</a>, memiliki minat yang sangat tinggi atas pendirian sekolah perpustakaan, pendidikan, kebudayaan dan pengetahuan dunia barat. Bacalah kata-kata dari esai Fukuzawa yang ditulis tahun 1872.<a href="http://www.keio.ac.jp/english/images/01_04_2.jpg" rel="lightbox[218]"><img class="alignleft" style="margin: 2px;" title="Yukichi Fukuzawa" src="http://www.keio.ac.jp/english/images/01_04_2.jpg" alt="" width="131" height="178" /></a></p>
<blockquote><p>It is said that heaven does not create one man above or below another  man. Any existing distinction between the wise and the stupid, between  the rich and the poor, comes down to a matter of education.</p></blockquote>
<p>Buah dari keyakinan ini adalah awal dari berakhirnya hak istimewa dan sistem plutokrasi di Jepang pada saat itu. Semangat Fukuzawa memberikan harapan ke  seluruh warga negara akan kerinduan terbentuknya masyarakat baru di mana orang akan dinilai  sepenuhnya pada jasa-jasa mereka ketimbang kasta atau kekayaan. Sungguh luar biasa. Inilah awal Jepang modern seperti yang kita kenal saat ini. Bukan sebuah kebetulan pula apabila perpustakaan umum pertama di Jepang terbentuk tahun <a href="http://www.jla.or.jp/libraries-e.html">1872</a>.</p>
<p>Fukuzawa Yukichi, orang yang digambarkan pada uang kertas Jepang  10.000 yen, dikenal sebagai salah satu negarawan Jepang modern pertama,  orang yang bertanggung jawab untuk memperkenalkan pendidikan Barat,  lembaga, dan pemikiran sosial ke Jepang. Fukuzawa merupakan anak yatim yang dulunya hidup dalam kemiskinan. Namun demikian kemiskinan tidak lantas membuatnya menjadi bodoh dan terbelakang. Fukuzawa merupakan pembelajar cepat dan unggul hampir dalam semua mata pelajaran. Fukuzawa adalah simbol dari watak modern orang Jepang.</p>
<p>Kembali kepada pendidikan perpustakaan di Keio, tujuan dari sekolah ini adalah untuk melatih para profesional dari berbagai jenis perpustakaan atau organisasi terkait, mendorong dan mempromosikan riset di bidang ilmu perpustakaan dan informasi, dan menjadi pusat dari bidang tersebut. Mereka telah menghasilkan banyak pustakawan terkemuka, spesialis informasi, peneliti, dan pengajar. Kontribusi mereka terhadap kemajuan ilmu perpustakaan dan informasi di Jepang telah dikenal luas.</p>
<p>Pada musim semi tahun 1967, jurusan membuka program pascasarjana baru yang mengarah ke gelar Master dengan penekanan pada penanganan informasi, dan sekali lagi, program yang pertama dari jenisnya di negeri ini. Sesuai dengan langkah tahun 1968 dilakukan sebuah reorganisasi program sarjana dan merubah nama aslinya, dari Japan Library School menjadi nama yang dikenal sekarang ; School of Library and Information Science.</p>
<p>Setelah beberapa kali revisi kurikulum, Keio mendirikan program PhD. Rencana untuk program seperti itu, lagi-lagi pertama di Jepang, telah disetujui dan program ini dimulai pada bulan April 1975. Kurikulum secara terus-menerus direvisi pada tahun 1984, 1989, dan 1993 untuk mengikuti perkembangan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial dan pendidikan. Pada bulan April 2004, program kursus tingkat Master dibuka dengan nama Information Resources Management Course untuk tujuan pendidikan bagi pustakawan yang bekerja.</p>
<p>Selain Keio University, beberapa Universitas di Jepang juga menyediakan pendidikan perpustakaan dan banyak diantaranya hingga tingkat Doktoral, yaitu :</p>
<p><strong>
<table id="wp-table-reloaded-id-1-no-1" class="wp-table-reloaded wp-table-reloaded-id-1">
<thead>
	<tr class="row-1 odd">
		<th class="column-1">No.</th><th class="column-2">Universitas</th><th class="column-3">Program</th>
	</tr>
</thead>
<tbody>
	<tr class="row-2 even">
		<td class="column-1">1</td><td class="column-2">Kyoto University</td><td class="column-3">(1) Faculty of Engineering -> Graduate School of Informatics -> Department of Social Informatics -> Division of Social Informatics Model -> <a href="http://www.dl.kuis.kyoto-u.ac.jp/">Digital Library</a></td>
	</tr>
	<tr class="row-3 odd">
		<td class="column-1">2</td><td class="column-2">Aichi Shukutoku University</td><td class="column-3">Faculty of Letters -> <a href="http://www.aasa.ac.jp/english/faculties/fc_letters.html">Department of Library and Information Science</a></td>
	</tr>
	<tr class="row-4 even">
		<td class="column-1">3</td><td class="column-2">Kansai University</td><td class="column-3">Faculty of Letters -> <a href="http://www.kansai-u.ac.jp/English/academics/fac_letters.html#t_16">Department of Information Science and Culture Studies</a></td>
	</tr>
	<tr class="row-5 odd">
		<td class="column-1">4</td><td class="column-2">Surugadai University</td><td class="column-3">(1)Faculty of Media Information Resources -> Audio-Visual Media Program, Library and Archives Program, and Digital Design Program (2) Graduate School -> <a href="http://www.surugadai.ac.jp/english/graduate/cicr.html">Contemporary Information Cultural Resources</a> -> Graduate Program in Cultural Information Resources &amp; Graduate Programs in Legal Information Cultural Resources</td>
	</tr>
	<tr class="row-6 even">
		<td class="column-1">5</td><td class="column-2">University of Tokyo</td><td class="column-3">Graduate School of Interdisciplinary Information Studies</td>
	</tr>
	<tr class="row-7 odd">
		<td class="column-1">6</td><td class="column-2">University of Tsukuba</td><td class="column-3">(1) School of Library and Information Science (2) Graduate School of Library, Information and Media Studies (3) School of Informatics -> College of Library and Information Science</td>
	</tr>
	<tr class="row-8 even">
		<td class="column-1">7</td><td class="column-2">Aoyama Gakuin University</td><td class="column-3"><a href="http://www.si.aoyama.ac.jp/">Graduate School of Social Informatics</a></td>
	</tr>
	<tr class="row-9 odd">
		<td class="column-1">8</td><td class="column-2">Meiji University</td><td class="column-3">(1) School of Information and Communication - undergraduate (2) Graduate School of Information and Communication</td>
	</tr>
	<tr class="row-10 even">
		<td class="column-1">9</td><td class="column-2">Doshisha University</td><td class="column-3">(1) Faculty of Culture and Information Science : Department of Culture and Information Science - undergraduate (2) <a href="http://www.cis.doshisha.ac.jp/gs/english/">Graduate School of Culture and Information Science</a></td>
	</tr>
</tbody>
</table>
</strong></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/218/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>testing</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/183</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/183#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 14:40:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/archives/183</guid>
		<description><![CDATA[its a test blogging through gnome-blog yawww]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>its a test blogging through gnome-blog yawww</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/183/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>yaa..yaa.. I am late, so what!</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/181</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/181#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 12:38:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[myBablings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Back to blogging again is such a hard job for me. eventhough I am not a president nor minister nor occupying privilege position in my office, etc.. etc.. another tons of reasons. These are not. I am just a lazy big boy. A lazy bigboy writes a blog using Drivel is a news not story.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Back to blogging again is such a hard job for me. eventhough I am not a president nor minister nor occupying privilege position in my office, etc.. etc.. another tons of reasons. These are not. I am just a lazy big boy. A lazy bigboy writes a blog using <a href="http://dropline.net/past-projects/drivel-blog-editor/">Drivel</a> is a news not story.</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/181/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Ilmu Perpustakaan di Korea Selatan</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/167</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/167#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 04:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[LIS]]></category>
		<category><![CDATA[Korea]]></category>
		<category><![CDATA[library school]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Sepertinya menarik untuk mengetahui bagaimana kira-kira perkembangan pendidikan ilmu perpustakaan di kawasan Asia jika dibandingkan dengan didalam negeri kita sendiri. menurut saya seharusnya kemajuan pendidikan perpustakaan tidak begitu jauh sebagai sesama bangsa asia yang mengalami pasang surut masa kolonialisme baik oleh sesama bangsa asia (jepang) ataupun oleh negara-negara penjelajah eropa dan amerika. tapi tentunya analisis ini sangat awam diutarakan secara saya bukanlah seorang sejarawan. dalam ingatan saya, bangsa asia secara relatif berbarengan dimulainya masa penjajahan bersamaan juga dengan selesainya, kecuali indonesia yang katanya 3,5 abad masa penjajahan (sic!). sebagai contoh bangsa korea mulai di jajah oleh jepang sejak 1910, dan menandakan berakhirnya empirium korea yang berusia ratusan tahun, kemudian merdeka tahun 1948. relatif tidak jauh berbeda dengan kemerdekaan indonesia tahun 1945. saat ini kiblat pendidikan perpustakaan masih berpuncak kepada amerika serikat atau eropa karena memang asal-usul pendidikan perpustakaan dimulai di amerika serikat  seperti ditulis oleh Pak Putu L. Pendit berjudul &#8220;Jas Merah Kepustakawanan&#8221; yaitu “School of Library Economy” pada tahun 1887 sebagai bagian dari Columbia College. kemudian disusul oleh inggris tahun 1919 dengan berdirinya School of Library, Archive, and Information Studies (SLAIS) di University College, University of London. semasa saya kuliah dulu Profesor Sulistyo Basuki seingat saya pernah mengatakan kalau  <a href="http://open-lib.net/archives/167"> Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya menarik untuk mengetahui bagaimana kira-kira perkembangan pendidikan ilmu perpustakaan di kawasan Asia jika dibandingkan dengan didalam negeri kita sendiri. menurut saya seharusnya kemajuan pendidikan perpustakaan tidak begitu jauh sebagai sesama bangsa asia yang mengalami pasang surut masa kolonialisme baik oleh sesama bangsa asia (jepang) ataupun oleh negara-negara penjelajah eropa dan amerika. tapi tentunya analisis ini sangat awam diutarakan secara saya bukanlah seorang sejarawan. <span id="more-167"></span></p>
<p>dalam ingatan saya, bangsa asia secara relatif berbarengan dimulainya masa penjajahan bersamaan juga dengan selesainya, kecuali indonesia yang katanya 3,5 abad masa penjajahan (sic!). sebagai contoh bangsa korea mulai di jajah oleh jepang sejak 1910, dan menandakan berakhirnya empirium korea yang berusia ratusan tahun, kemudian merdeka tahun 1948. relatif tidak jauh berbeda dengan kemerdekaan indonesia tahun 1945.</p>
<p>saat ini kiblat pendidikan perpustakaan masih berpuncak kepada amerika serikat atau eropa karena memang asal-usul pendidikan perpustakaan dimulai di amerika serikat  seperti ditulis oleh Pak Putu L. Pendit berjudul <a href="http://iperpin.wordpress.com/2008/05/15/jas-merah-kepustakawanan/">&#8220;Jas Merah Kepustakawanan&#8221;</a> yaitu “School of Library Economy” pada tahun 1887 sebagai bagian dari Columbia College. kemudian disusul oleh inggris tahun 1919 dengan berdirinya School of Library, Archive, and Information Studies (SLAIS) di University College, University of London.</p>
<p>semasa saya kuliah dulu Profesor <a href="http://www.gramedia.com/author_detail.asp?id=EBSO3652">Sulistyo Basuki</a> seingat saya pernah mengatakan kalau pendidikan perpustakaan indonesia secara tradisi mengikuti pendidikan kolonialis belanda. setelah tahun 1970-an barulah kita mulai &#8220;menginduk&#8221; ke amerika dan inggris mengingat mulai banyaknya tenaga pengajar jurusan ilmu perpustakaan yang menimba ilmu disana.</p>
<p>saya coba mencari-cari pendidikan ilmu perpustakaan tertua di asia dan saya mendapatinya di korea (selatan) yaitu di Universitas Yonsei, Seoul.  ada sebuah artikel menarik dari <a href="http://lis.yonsei.ac.kr/~sbmoon/">Professor Sung Been Moon</a>, pengajar di <a href="http://lis.yonsei.ac.kr/">Department of Library and Information Science</a>, <a href="http://www.yonsei.ac.kr/">Yonsei University</a> berjudul <a href="http://a-liep.kc.tsukuba.ac.jp/proceedings/Symposium/004.pdf">&#8220;Trends and issues in globalization of LIS education in Korea&#8221;</a>.</p>
<p>Universitas Yonsei didirikan oleh misionaris kristen tahun 1885 dan merayakan ulangtahun ke 120 di tahun 2005. Universitas Yonsei juga merupakan perguruan tinggi swasta pertama di korea selatan. tahun 1957 berdirilah <a href="http://lis.yonsei.ac.kr/int_int_e.html">Department of Library and Information Science</a> sebagai library school (selanjutnya disebut LIS) pertama di korea.<a href="http://lis.yonsei.ac.kr/int_int_e.html"><br />
</a></p>
<p>di korea sendiri, sebanyak 33 universitas dan 6 kampus setingkat diploma 2 telah menyediakan pendidikan perpustakaan. luar biasa. dari segi tenaga pengajar tidak kalah mencengangkan, sebanyak 150 dosen bergelar profesor. 30 orang diantaranya memperoleh PhD dari amerika serikat dan 5 diantaranya dari Inggris. saat ini 10 orang diantaranya menyediakan perkuliahan dalam bahasa inggris yang tersebar di 5 kampus besar di seoul: Universitas Yonsei, Universitas Sungkyunkwan, Universitas Ewha Woman&#8217;s, Universitas Sookmyung Woman&#8217;s, dan Universitas Chungang.</p>
<p>setahu saya saat ini baru ada satu profesor bidang ilmu perpustakaan di indonesia, yaitu prof. Sulistyo-Basuki. hidup pak Sulis!!! <img src='http://open-lib.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>universitas Yonsei sebagai pionir dan terdepan dalam pendidikan perpustakaan di korea menyediakan dual degree program dengan 2 kampus di amerika serikat yaitu <a href="http://www.simmons.edu/gslis/">Simmons Graduate School of Library and Information Science</a> dan <a class="l" onmousedown="return rwt(this,'','','res','1','AFQjCNHv49UCZczkG3rfDqdJFRGOurqVqw','&amp;sig2=sNeOUU6aC6f53orhQOM_cw','0CAYQFjAA')" href="http://www4.uwm.edu/sois/"><em> </em><em>School of Information Studies</em></a><span class="l"><em> </em><em> </em></span>University of Wisconsin at Milwaukee. beberapa mahasiswa LIS program Yonsei yang telah menyelesaikan tahun pertama tingkat masternya bisa meneruskannya di simmons atau wilconsin. begitu juga sebaliknya.</p>
<p>lain waktu saya akan coba tuliskan sekolah perpustakaan yang ada di negara tetangga yang lain.</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/167/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puppylib ku sayang, puppylib ku malang</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/160</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/160#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 13:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[menyambung tulisan diatas, saya ingin menjelaskan ulang apakah puppylib itu dan apa manfaat dari kelahirannya ke dunia yang fana ini *halah dengan gonjang-ganjing gayus dan bencana sana-sini. puppylib adalah distro linux untuk perpustakaan yang berisikan paket-paket library management system (lms) selain juga sebagai kampanye penggunaan sistem operasi sehat GNU/Linux. puppylib dibuat bulan juli 2009 yang ketika itu masih memaketkan lms Senayan (SlimS) 3stable9. jauh ketinggalan dengan versi mutakhir saat tulisan ini dibuat yaitu 3stable13 dengan fitur-fitur yang lebih canggih. setahu saya, lewat email, sudah ada beberapa pengguna yang mengabarkan bahwa puppylib ini telah dimanfaatkan untuk penggunaan training perpustakaan dan ajang-coba-coba menggunakan senayan di linux. saya berterimakasih dan bersyukur apabila puppylib bermanfaat. setelah lama tidak ditengok-tengok, ternyata url download puppylib telah mati. saya sudah hubungi salah satu pihak yang telah berbaikhati menyediakan hosting ISO filenya, tapi mungkin beliau sedang sibuk sehingga belum sempat menguploadnya. tapi saya malu memintanya lagi secara puppylib &#8220;memo&#8221; itu udah jadul banget. jadi biarlah nanti kalau puppylib &#8220;kuncung&#8221; terbit besok-besok baru saya coba hubungi bapak-bapak itu lagi. saya sempat bingung menjawab beberapa email permintaan download. akhirnya saya coba sarankan mereka untuk membelinya di toko baliwae yang tersedia seharga Rp5000. terimakasih bli budi!! saya coba googling di forum  <a href="http://open-lib.net/archives/160"> Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>menyambung tulisan diatas, saya ingin menjelaskan ulang apakah <a href="http://puppylib.open-lib.net" target="_blank">puppylib</a> itu dan apa manfaat dari kelahirannya ke dunia yang fana ini *halah dengan gonjang-ganjing <a href="http://www.google.co.id/search?q=gayus+pajak&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=com.ubuntu:en-US:unofficial&amp;client=firefox-a">gayus</a> dan bencana sana-sini.<span id="more-160"></span></p>
<p>puppylib adalah distro linux untuk perpustakaan yang berisikan paket-paket library management system (lms) selain juga sebagai kampanye penggunaan sistem operasi sehat <a href="http://www.linux.org">GNU/Linux</a>. puppylib dibuat bulan juli 2009 yang ketika itu masih memaketkan lms <a href="http://senayan.diknas.go.id">Senayan (SlimS)</a> 3stable9. jauh ketinggalan dengan versi mutakhir saat tulisan ini dibuat yaitu 3stable13 dengan fitur-fitur yang lebih canggih.</p>
<p>setahu saya, lewat email, sudah ada beberapa pengguna yang mengabarkan bahwa puppylib ini telah dimanfaatkan untuk penggunaan training perpustakaan dan ajang-coba-coba menggunakan senayan di linux. saya berterimakasih dan bersyukur apabila puppylib bermanfaat.</p>
<p>setelah lama tidak ditengok-tengok, ternyata url download puppylib telah mati. saya sudah hubungi salah satu pihak yang telah berbaikhati menyediakan hosting ISO filenya, tapi mungkin beliau sedang sibuk sehingga belum sempat menguploadnya. tapi saya malu memintanya lagi secara puppylib &#8220;memo&#8221; itu udah jadul banget. jadi biarlah nanti kalau puppylib &#8220;kuncung&#8221; terbit besok-besok baru saya coba hubungi bapak-bapak itu lagi.</p>
<p>saya sempat bingung menjawab beberapa email permintaan download. akhirnya saya coba sarankan mereka untuk membelinya di <a href="http://toko.baliwae.com/product_info.php?products_id=1632" target="_blank">toko baliwae</a> yang tersedia seharga Rp5000. terimakasih bli budi!!</p>
<p>saya coba googling di forum <a href="http://www.murga-linux.com/puppy/viewtopic.php?p=398811&amp;sid=7615ef0838f4960741dcd9bcad956f78" target="_blank">puppylinux</a> barangkali ada yang sempat mendownloadnya sebelum deadlink. ternyata ada. <em>alhamdulillah</em>. saya ucapkan terimakasih kepada  <a href="http://coweb.org/">Prof. Raffy Mananghaya</a> dari <a href="http://www.uplb.edu.ph/">University of the Philippines Los Banos</a> yang telah menyediakan link <a href="http://minipc.org/downloads/puppylib.iso" target="_blank">download</a> di servernya.</p>
<p>sekedar informasi, Prof. Raffy Mananghaya adalah pengajar di bidang <a href="http://go2.wordpress.com/?id=725X1342&amp;site=tmdefinition.wordpress.com&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.tmc.upd.edu.ph%2Fmodules%2Fmtmprog%2Fmtm_courseflow.php&amp;sref=http%3A%2F%2Ftmdefinition.wordpress.com%2F2006%2F11%2F09%2Fpc-for-100-monitor-not-included-gawang-pinoy-by-raffy-managhaya%2F" target="_blank">Financial Analysis for Technology Managers</a> dan perancang <a href="http://www.pinoytechblog.com/archives/100-pc-developed-in-philippines">PC $100</a> (tanpa monitor) serupa dengan ide <a onmousedown="return clk(this.href,'','','res','1','','0CAkQFjAA')" href="http://laptop.org/"><span class="l">One Laptop per Child (OLPC) nya Negroponte.</span><br />
</a></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/160/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puppylinux, kecil-kecil cabe rawit</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/156</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/156#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 12:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama tidak menengok anak saya si puppylib yang telah ditinggal pergi hampir setahun. Janji  cuma janji untuk mendandaninya lagi &#8211; nggak perlu tunggu lebaran tiba &#8211; bahkan membelikan dia baju baru dengan pernak-pernik aksesori yang mutakhir. tapi apa daya, waktuku tak ada *Malesh Oke. sudah cukup lebaynya. sekedar informasi, puppylib adalah distro linux hasil remastering yang saya bangun dari puppy linux yang sangat terkenal akan ke-imut-annya tapi tidak mengorbankan kinerja. betapa tidak, ukuran asli puppylinux cuman + 100MB tapi sudah siap untuk digunakan sebagai sistem operasi desktop standar. yang saya maksud dengan standar ialah kebutuhan sehari-hari seperti pc desktop pada umumnya sudah tersedia seperti menulis, membaca, menonton film, mendengar musik, menselancar, menghitung, meng-grafis, dan meng-meng lainnya. itulah yang membuat distro ini dihormati dan dicintai oleh para pengguna linux. betapa tidak *again, distro linux yang lengkap biasanya termampat (atau terpampat? *doh) dengan ukuran &#62;500MB. bahkan dengan penggunaan windows manager yang lebih ringan pun seperti xfce atau lxde rasanya masih sulit untuk lebih memampatkan ukuran *cmiiw lalu rahasia si puppylinux ini apakah? saya juga nggak begitu mudeng secara teknis. tapi gampangnya bisa dilihat dari software-software yang dipaketkan. semisal rox filemanager cuma hitungan KB saja, juga window manager yang dipakai default yaitu  <a href="http://open-lib.net/archives/156"> Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama tidak menengok anak saya si <a href="http://puppylib.open-lib.net" target="_blank">puppylib</a> yang telah ditinggal pergi hampir setahun. Janji  cuma janji untuk mendandaninya lagi &#8211; nggak perlu tunggu lebaran tiba &#8211; bahkan membelikan dia baju baru dengan pernak-pernik aksesori yang mutakhir. tapi apa daya, waktuku tak ada *Malesh <img src="http://open-lib.net/wp-content/plugins/yahoo-messenger-emoticons/emoticons/tongue_big.gif" style="border:none;background:none;vertical-align:-25%;" alt="tongue" /><span id="more-156"></span></p>
<p>Oke. sudah cukup lebaynya. sekedar informasi, <a href="http://puppylib.open-lib.net">puppylib</a> adalah distro linux hasil remastering yang saya bangun dari <a href="http://www.puppylinux.org" target="_blank">puppy linux</a> yang sangat terkenal akan ke-imut-annya tapi tidak mengorbankan kinerja. betapa tidak, ukuran asli puppylinux cuman <span style="text-decoration: underline;"><span style="color: #ff0000;">+</span></span> 100MB tapi sudah siap untuk digunakan sebagai sistem operasi desktop standar. yang saya maksud dengan standar ialah kebutuhan sehari-hari seperti pc desktop pada umumnya sudah tersedia seperti menulis, <span style="text-decoration: line-through;">membaca</span>, menonton film, mendengar musik, menselancar, menghitung, meng-grafis, dan meng-meng lainnya.</p>
<p>itulah yang membuat distro ini dihormati dan dicintai oleh para pengguna linux. betapa tidak *again, distro linux yang lengkap biasanya termampat (atau terpampat? *doh) dengan ukuran &gt;500MB. bahkan dengan penggunaan windows manager yang lebih ringan pun seperti <a href="http://www.xfce.org" target="_blank">xfce</a> atau <a href="http://lxde.org" target="_blank">lxde</a> rasanya masih sulit untuk lebih memampatkan ukuran *cmiiw</p>
<p>lalu rahasia si puppylinux ini apakah? saya juga nggak begitu mudeng secara teknis. tapi gampangnya bisa dilihat dari software-software yang dipaketkan. semisal rox filemanager cuma hitungan KB saja, juga window manager yang dipakai default yaitu <a href="http://joewing.net/programs/jwm" target="_blank">jwm</a> sangat ringan, wordprocessor yang dipilih si <a href="http://www.abisource.com">Abiword</a> yang terkenal enteng tapi powerful. banyak lah &#8230;</p>
<p>si mini puppy juga tidak sendiri dalam soal imut-mengimut *halah. ada distro lain yang serupa seperti <a href="http://www.damnsmalllinux.org" target="_blank">damnsmalllinux (dsl)</a>, <a href="http://featherlinux.berlios.de" target="_blank">featherlinux</a>, <a href="http://www.xpud.org">xpud</a>, <a href="http://www.slax.org">slax</a>, <a href="http://www.slitaz.org/en/ -">slitaz</a> atau si extrim <a title="Tiny Core Linux" href="http://tinycorelinux.com/">Tiny Core Linux</a> yang cuman 10MB!! *TWINK</p>
<p>tapi sepengetahuan saya, di kelasnya puppylinux tetap juara diantara lainnya. hidup puppy!!!</p>
<p>sebagai pustakawan kita bisa menggunakan distro-distro lightweight semacam diatas untuk penggunaan di perpustakaan. misalnya sebagai pc untuk user berselancar di internet. tidak perlu spesifikasi komputer yang tinggi dengan fungsi &#8220;cuman&#8221; untuk browsing ajah, yang penting ada cdrom (gak butuh hardisk), tinggal booting menggunakan distro diatas dan tralalla&#8230; kalau nggak ada cdrom masih bisa diakalin lewat jaringan dengan teknologi LTSP atau PXE (belum pernah coba sih, tapi mungkin bisa ya)</p>
<p>bila perpustakaan sudah memiliki library portal berbasiskan web, user juga bisa berkunjung ke alamat tersebut dan bahkan mengecek status peminjaman mereka tanpa perlu bertanya ke pustakawan *hush&#8230;</p>
<p>ATAU, kalau-kalau just in case komputer windows sedang crash *bajakan, pustakawan masih bisa kerja. kalau mau pake cdrom untuk dengerin musik juga masih bisa karena beberapa distro mini sudah mendukung copy2ram seperti puppylinux atau mcnlive-kris.</p>
<p>jadi, mari manfaatkan distro-distro ini. use them, abuse them&#8230;</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/156/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>cloud computing, konservatif dan ideal</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/127</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/127#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 15:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opensource]]></category>
		<category><![CDATA[floss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini, sering tersebut kata Cloud computing dalam beberapa tulisan/artikel di media massa khususnya mengenai trend teknologi komputer dan sistem telekomunikasi. Beberapa vendor sistem operasi juga telah menyediakan teknologi cloud computing seperti Microsoft dengan Windows Azure dan Ubuntu Enterprise Cloud. Tetapi apakah sebenarnya cloud computing itu? Tulisan dibawah ini tidak berusaha untuk menjawab pertanyaan diatas secara komprehensif karena saya tidak memiliki otoritas yang cukup. Tetapi hanya ingin menguji pemahaman saya tentang cloud computing seperti yang saya pahami selama ini dan bagaimana kiranya layanan perpustakaan bisa mengadopsi teknologi ini dan mengambil manfaat darinya. Mohon koreksi dan sarannya apabila ada hal-hal yang tidak tepat. Berikut ini ada beberapa referensi tentang cloud dalam bahasa indonesia yang menurut saya bagus : 1. http://uswahtech.uswah.net/ 2. http://community.gunadarma.ac.id/ Cloud computing, selanjutnya disebut cloud, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai komputasi awan. Kenapa istilah ini menggunakan term cloud/awan? Bagi yang ngeh membaca buku-buku tentang komputer dan semacamnya, ketika penulisnya membicarakan tentang internet dan menggambarnya dalam bentuk diagram, disitu internet tampak diwakili oleh sebuah gambar berbentuk awan. Secara awam, gambar awan bisa dipahami sebagai infrastruktur inter-networking dalam sebuah lingkungan komputasi. Pengertian yang lebih mudah bisa dipahami ketika kita menggunakan Internet. Sederhananya, ketika menggunakan internet itulah sebenarnya kita juga  <a href="http://open-lib.net/archives/127"> Continue Reading</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun belakangan ini, sering tersebut kata <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing" target="_blank">Cloud computing</a> dalam beberapa tulisan/artikel di media massa khususnya mengenai trend teknologi komputer dan sistem telekomunikasi. Beberapa vendor sistem operasi juga telah menyediakan teknologi cloud computing seperti Microsoft dengan <a href="http://www.microsoft.com/windowsazure/" target="_blank">Windows Azure</a> dan <a href="www.ubuntu.com/cloud/private" target="_blank">Ubuntu Enterprise Cloud</a>. Tetapi apakah sebenarnya cloud computing itu?<span id="more-127"></span></p>
<p>Tulisan dibawah ini tidak berusaha untuk menjawab pertanyaan diatas secara komprehensif karena saya tidak memiliki otoritas yang cukup. Tetapi hanya ingin menguji pemahaman saya tentang cloud computing seperti yang saya pahami selama ini dan bagaimana kiranya layanan perpustakaan bisa mengadopsi teknologi ini dan mengambil manfaat darinya. Mohon koreksi dan sarannya apabila ada hal-hal yang tidak tepat.</p>
<p>Berikut ini ada beberapa referensi tentang cloud dalam bahasa indonesia yang menurut saya bagus :</p>
<p>1. <a href="http://uswahtech.uswah.net/berita-196-mengenal-teknologi-cloud-computing.html">http://uswahtech.uswah.net</a>/</p>
<p>2. <a href="http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_11783/title_definisi-komputasi-awan-cloud-computing/">http://community.gunadarma.ac.id</a>/</p>
<p>Cloud computing, selanjutnya disebut cloud, dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai <a href="id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_awan" target="_blank">komputasi awan.</a> Kenapa istilah ini menggunakan term cloud/awan? Bagi yang <em>ngeh</em> membaca buku-buku tentang komputer dan semacamnya, ketika penulisnya membicarakan tentang internet dan menggambarnya dalam bentuk diagram, disitu internet tampak diwakili oleh sebuah gambar berbentuk awan. Secara awam, gambar awan bisa dipahami sebagai infrastruktur inter-networking dalam sebuah lingkungan komputasi.</p>
<p>Pengertian yang lebih mudah bisa dipahami ketika kita menggunakan Internet. Sederhananya, ketika menggunakan internet itulah sebenarnya kita juga sedang menggunakan teknologi cloud, dalam pengertian yang konservatif. Lebih jauh dari itu, cloud terbentuk dalam sistem client-server networking yang sepenuhnya menggunakan layanan vendor berbasis web (web-based browser) dan secara ideal membutuhkan beberapa prasyarat untuk dapat disebut secara tegas sebagai cloud.</p>
<p>Dengan berkembangnya penggunaan internet dan banyaknya aplikasi-aplikasi berbasiskan web turut mendorong kemajuan dan adopsi teknologi ini seperti penggunaan cms, blog, facebook, twitter, dll. Contoh penggunaan CMS WordPress sebagai library portal bisa dilihat di situs <a href="http://businesscgpslibrary.umwblogs.org/" target="_blank">ini </a>yang dibangun oleh Paul Boger seorang pustakawan referens di Universitas Mary Washington. Software manajemen perpustakaan (Library Management System) populer juga banyak dibuat berbasiskan web seperti : <a href="http://senayan.diknas.go.id" target="_blank">SlimS (Senayan)</a>, <a href="http://obiblio.sourceforge.net" target="_blank">openbiblio</a>, <a href="http://www.sigb.net/index.php?page=secteurs&amp;id_rubrique=1&amp;lang=en" target="_blank">PMB</a>, <a href="www.koha.org" target="_blank">koha</a>, <a href="http://www.verussolutions.biz/web/" target="_blank">newgenlib</a>, <a href="http://www.open-ils.org/" target="_blank">evergreen</a>, dll.</p>
<p>Nah, kembali ke cloud, perpustakaan khususnya pustakawan bisa mengambil manfaat dengan mengadopsinya sebagai layanan perpustakaan. Adopsi cloud pastinya menyinggung isu yang sangat penting yang kiranya sensitif bagi unit perpustakaan, yaitu budget. Ada sebuah tulisan yang menarik tentang proses adopsi cloud computing di perpustakaan berjudul :<a href="http://journal.code4lib.org/articles/2510">&#8220;Using Cloud Services for Library IT Infrastructure&#8221;</a> dari <a href="http://journal.code4lib.org/">http://journal.code4lib.org/</a></p>
<p>Tapi tidak usah pusing dulu setelah membaca tulisan journal itu. Perpustakaan bisa juga membuat sistem layanan  cloud atau komputasi berbasiskan web/internet dengan menggunakan cara yang lebih sederhana/konservatif yaitu dengan menyediakan semua infrastruktur dan sumberdaya sendiri. Apalagi semua tools sudah tersedia dan untungnya lagi ialah free/libre/opensource software (FLOSS) &lt;&#8211; mengikuti saran idola saya, <a href="http://www.stallman.org">Richard M. Stallman</a> harus menyebut tidak hanya opensource tapi floss <img src='http://open-lib.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya tidak sedang membicarakan hal-hal yang gratis karena dibalik semua teknologi FLOSS tetap ada hidden cost yang beresiko, yaitu SDM, training dan maintenance. Tapi setidaknya ada biaya yang bisa dihemat dari penggunaan FLOSS baik operating system maupun aplikasi.</p>
<p>Berikut ini kira-kira layanan yang bisa dimanfaatkan dengan mengadopsi cloud :</p>
<ol>
<li>layanan referens : anggota perpustakaan dapat bertanya melalui widget yahoo messenger atau form request yang disediakan oleh library portal.</li>
<li>layanan peminjaman : anggota dapat memperpanjang dan memesan koleksi serta mengetahui status peminjaman.</li>
<li>layanan webinar: perpustakaan dapat melakukan user education melalui webinar (seminar berbasiskan web) dengan para anggota</li>
<li>layanan membaca : perpustakaan dapat menyediakan layanan ebooks yang bisa dibaca oleh anggota setelah login.</li>
<li>layanan online storage : memberikan akses kepada anggota untuk menyimpan, mengelola dan sharing file secara online.</li>
<li>lain-lain.. silahkan menambahkan</li>
</ol>
<p>Terimakasih</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/127/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>hot! RT @resourceshelf: Just R&#8230;</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/131</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/131#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 11:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tweets]]></category>
		<category><![CDATA[myTweets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/2010/04/hot-rt-resourceshelf-just-r/</guid>
		<description><![CDATA[hot! RT @resourceshelf: Just Released by Pew Internet: The Impact of Internet on Institutions in the Future http://bit.ly/bUREMa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hot! RT @<a href="http://twitter.com/resourceshelf" class="aktt_username">resourceshelf</a>: Just Released by Pew Internet: The Impact of Internet on Institutions in the Future <a href="http://bit.ly/bUREMa" rel="nofollow">http://bit.ly/bUREMa</a></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/131/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RT @resourceshelf: Exalead Sig&#8230;</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/132</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/132#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 11:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tweets]]></category>
		<category><![CDATA[myTweets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/2010/04/rt-resourceshelf-exalead-sig/</guid>
		<description><![CDATA[RT @resourceshelf: Exalead Signs Deals with NewspaperARCHIVE.com &#038; French Government http://bit.ly/dCS0Ho (rpost)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RT @<a href="http://twitter.com/resourceshelf" class="aktt_username">resourceshelf</a>: Exalead Signs Deals with NewspaperARCHIVE.com &#038; French Government<br />
<a href="http://bit.ly/dCS0Ho" rel="nofollow">http://bit.ly/dCS0Ho</a>  (rpost)</p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/132/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RT @resourceshelf: Google Book&#8230;</title>
		<link>http://open-lib.net/archives/133</link>
		<comments>http://open-lib.net/archives/133#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 11:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tweets]]></category>
		<category><![CDATA[myTweets]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://open-lib.net/2010/04/rt-resourceshelf-google-book/</guid>
		<description><![CDATA[RT @resourceshelf: Google Books Go 3D http://bit.ly/9ZiU8H]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RT @<a href="http://twitter.com/resourceshelf" class="aktt_username">resourceshelf</a>: Google Books Go 3D <a href="http://bit.ly/9ZiU8H" rel="nofollow">http://bit.ly/9ZiU8H</a></p>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://open-lib.net/archives/133/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
